Bupati Bekasi Meninggal, Warga Merasa Kehilangan

  • Whatsapp

Kab. Bekasi, Infofaktual.netKabar meninggalnya Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja, mengagetkan masyarakat khususnya warga Kabupaten Bekasi yang merasa kehilangan.

Bahkan, dilaman sosial media seperti Facebook dan WhatssApp dibanjiri ucapan duka cita wafatnya orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini.

Bacaan Lainnya

Dia wafat di RS Siloam, Kelapa Dua, Tangerang, pada Minggu (11/7/2021), sekitar pukul 21:30 WIB setelah dirawat di ruang unit perawatan intensif (ICU) RS Siloam sejak Minggu (4/7/2021), karena positif Covid-19.

Pada Senin (12/7/2021) pukul 09.00 WIB jenazah Bupati Eka diberangkatkan dari RS Siloam Kelapa Dua Tangerang, dengan pengawalan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, menuju ke rumah duka untuk di makamkan.

Sesampaikan di rumah duka di RT 01 RW 04, Kampung Lemah Abang, Desa Waluya, Cikarang  Utara, Kabupaten Bekasi iring-iringan keluarga yang menyertai jenazah dan wargapun ingin memberikan penghormatan terakhir dengan mendatangi rumah kediaman almarhum.

Selanjutnya, jenazah almarhum dikebumikan di pemakaman keluarga yang telah disiapkan dengan protokol kesehatan dan petugaspun menggunakan pakaian APD lengkap. Lokasi pemakaman berada di halaman rumah Bupati, tepatnya didekat Mushola Al-Wahid yang dibangun almarhum Bupati Eka.

Warga yang datang ke rumah almarhum Bupati Eka Supria Atmadja, bisa mengikuti prosesi pemakaman melalui pengeras suara sambil ikut berdoa. Sebab yang bisa mengikuti proses pemakaman hanya dari pihak keluarga saja.

“Hanya pihak keluarga yang bisa mengikuti proses pemakaman,” kata Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Hendra Gunawan di kompleks rumah duka.

Dia juga memastikan seluruh keluarga almarhum telah melewati proses pemeriksaan kesehatan sebelum diizinkan masuk ke area pemakaman keluarga.

Sejumlah personel dari kepolisian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi tampak berjaga di sekitar area pemakaman keluarga guna memastikan pelaksanaan prosesi pemakaman berlangsung sesuai protokol kesehatan.

Sementara itu Aminah, warga setempat mengatakan, Bupati Eka orangnya baik. Beliau sering membantu warga yang susah, semenjak dia mendengar bupati sakit dirinya selalu berdoa agar bupati cepat sembuh.

“Saya merasa kehilangan atas meninggalnya pak Bupati Eka yang sangat memperhatikan orang kecil,” katanya.

Hal senada diungkapkan pula Ibu Maemunah. Katanya, Bupati Eka perhatian sama orang miskin.

“Saya sendiri sering dibantu beliau, soalnya dirumah saya ada anak yatim, Bupati anggap yatim ini anak asuhnya. Saya merasa sangat kehilangan,”tuturnya.

Atas meninggalnya Bupati Eka, Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Benny Irwan, menjelaskan untuk sementara waktu Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Herman Hanafi, menggantikan tugas Bupati Bekasi selaku kepala daerah.

“Tidak ada kekosongan pimpinan di Kabupaten Bekasi karena sesuai peraturan perundang-undangan, saat ini Plt Sekda akan melaksanakan tugas kepala daerah sehari-hari. Ini sebagai kebijakan awal,” kata Irwan, Senin (12/7/2021).

Dalam waktu dekat mereka akan berkirim surat kepada Pemkab Bekasi agar kursi kepemimpinan bisa langsung diamanahkan pada Plh Sekda.

“Pagi ini akan ada surat atau radiogram dari Kemendagri ke Pemerintah Daerah,” ucapnya.

Setelah Bupati Eka wafat, Pemkab Bekasi praktis tidak memiliki pimpinan daerah karena jabatan wakil bupati yang kosong. Begitu pula kursi sekretaris daerah yang diserahkan sementara waktu kepada Hanafi pada awal Juli 2021, setelah sekretaris daerah sebelumnya Uju memasuki masa purna bhakti. Kini Hanafi kembali harus mengemban tugas lain sebagai Plh kepala daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.