30 Juta Warga Turki Ikuti Vaksinasi Booster, Peneliti: Antibodi Sinovac Lebih Tinggi dari Pfizer

  • Whatsapp

Jakarta,Infofaktual.net – Ada lebih dari 30 juta warga mengikuti vaksinasi booster atau vaksinasi tahap ketiga di Turki, menggunakan vaksin Sinovac. Studi menunjukkan antibodi yang dihasilkan pasca divaksinasi booster dengan Sinovac inactivated vaccine, lebih tinggi ketimbang mereka yang menerima booster vaksin Covid-19 mRNA.

Hal ini diutarakan Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca pada Rabu lalu. Meski Menkes Koca menghindari menyebut nama merek, Turki diketahui memvaksinasi warganya menggunakan vaksin Covid-19 Sinovac dan Pfizer.

“Sebuah penelitian di Turki terhadap lebih dari 30 juta warga yang divaksinasi menunjukkan bahwa tingkat perlindungan tertinggi terlihat pada orang yang menerima tiga dosis inactivated vaccine, daripada mereka yang menerima dua dosis vaksin inactivated vaccine dengan tambahan satu dosis vaksin mRNA,” jelas Koca, dikutip dari Nikkei Asia.

Saat banyak orang meyakini menerima vaksinasi booster dengan vaksin mRNA memberi perlindungan lebih baik, para peneliti kini menyebut booster dengan jenis vaksin Covid-19 yang sama meningkatkan proteksi lebih bagus.

“Memiliki tiga dosis dalam kelompok yang ditunjuk sangat penting,” kata Koca.

“Orang-orang di seluruh dunia akan mempelajari data ini untuk pertama kalinya, dan kebijakan vaksinasi negara mungkin akan berubah.”

Hasil lengkap studi terkait disebut akan segera dipublikasikan. Turki diketahui sudah mengamankan puluhan juta dosis vaksin Sinovac sejak awal tahun dan sudah memberikan vaksin Covid-19 tersebut kepada usia dewasa dan usia lansia.

Sementara vaksin Pfizer tiba per Maret lalu, dan Turki langsung mempercepat pengadaan stoknya di Juni. Banyak warga di Turki mengincar vaksin Pfizer untuk booster.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.