Razia Hotel, Tim Gabungan Kota Bogor Jaring 24 Pasangan Mesum

  • Whatsapp

Kota Bogor, Infofaktual.net- Puluhan petugas Tim gabungan Kota Bogor menggencarkan razia selama PPKM Level 4, dengan mendatangi hotel dan homestay untuk memastikan aturan PPKM Level 4 dipatuhi di wilayah Jalan Martadinata Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Rabu ( 11/08/21 ) malam.

Dalam razia gabungan ini, Petugas dari Satpol PP Kota Bogor, Polresta Bogor Kota, Kodim 0606/Kota Bogor dan Denpom III/1 Bogor menemukan 24 pasangan muda mudi yang sedang asyik berduaan di dalam kamar hotel dikawasan Jalan Martadinata.

Petugas menemukan sejumlah alat kontrasepsi, dan saat diamankan para muda-mudi ini tidak mampu menunjukan dokumen bukti pernikahan yang sah.

Pasangan mesum tersebut kemudian digiring ke Balai Kota Bogor untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

Kasatpol PP Kota Bogor Agustiansyah menyatakan, puluhan pasangan muda-mudi itu diduga melakukan tindakan asusila di kamar hotel. Beberapa di antaranya disinyalir terlibat prostitusi, sebab ditemukan bukti percakapan transaksi prostitusi online melalui aplikasi pesan instan MiChat.

“Yang kita jaring malam ini, semuanya bukan pasangan suami istri. Ada juga yang memang bertransaksi dengan menggunakan aplikasi. Itu kami selidiki ada di masing-masing handphone mereka, dan janjian di penginapan ini,” ucapnya.

Puluhan pasangan mesum menurut Agus,  hanya akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (Tipiring), karena diduga melakukan tindakan asusila di dalam kamar hotel.

“Akan kita jerat dengan sanksi sesuai Perda nomor 1 tahun 2021 tentang ketertiban umum, masuk di pelanggaran asusila. Tapi kita akan perdalam lagi sejauh mana mereka melakukan pelanggarannya, nanti kita akan sidang Tipiring,” ujarnya.

Sementara untuk hotel yang diduga kerap dijadikan tempat mesum itu terancam kena sanksi penutupan sementara sesuai dengan pemberlakukan PPKM Level 4 yang diterapkan di Kota Bogor.

“Untuk hotelnya kita kaji, kalau terbukti melakukan pelanggaran, kami berikan sanksi berupa teguran, peringatan, hingga penutupan sementara,” kata dia.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, lanjut Agustiansyah, masyarakat sering melihat banyak remaja keluar masuk hotel tersebut dan tempat penginapan itu diduga dijadikan lokasi prostitusi.

“Karena ada aduan dari masyarakat dan juga berdasarkan pendalaman tim di lapangan begitu,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.