Senada, Ketum BPI KPNPA RI dan Dir PMK Apresiasi Kinerja Polresta Bogor Soal Penyekapan Cucu

  • Whatsapp
Ketuam Umum BPI KPNPA RI, TB Rahmad Sukendar

Kota Bogor, Infofaktual.netKetua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Tubagus Rahmad Sukendar mengapresiasi langkah Polresta Bogor Kota yang bergerak cepat menangani kasus penyekapan cucu nenek Mardiyah oleh Rentenir.

“Saya mengapresiasi langkah Polresta Bogor Kota yang telah menetapkan tersangka ke Rentenir,” ujarnya

Bacaan Lainnya

Senada Direktur Pengaduan Masyarakat dan Kominfo (PMK) BPI KPNPA RI Achmad Fauzi mengatakan, dirinya turut mengapresiasi langkah Polresta Bogor Kota dan tetap mengawal perkembangan soal kasus ini.

“Yah saya pun sependapat dengan Komandan kami di BPI KPNPA RI yang mana memberikan apresiasi. Kami pun akan terus bekerja sama dengan penegak hukum untuk pelaporan masyarakat yang terzolimi rentenir dan segala bentuk pelanggaran seperti ini, ” kata nya melalui WhatsApp, Selasa (10/8/2021) sore.

Langkah tegas ini, kata dia, juga merupakan pesan kepada semua rentenir untuk tidak main-main. Kalau perlu rentenir itu diberikan sangsi yang tegas.

“Jangan main-main dengan dana yang telah dipinjamkan itu untuk masyarakat yang beban hidupnya berat di masa pandemi dan jangan lagi bertindak anarkis.

Sebelumnya, Polresta Bogor Kota menetapkan tersangka dalam kasus jaminan anak dalam kasus peminjaman yang dilakukan oleh Nenek Mardiyah (58). Tersangka adalah pemberi pinjaman uang kepada Nenek Mardiyah atau rentenir itu berinisial N atau Nurhalimah.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan, pagi hari tadi telah memeriksa Nurhalimah. Jaminan pembayaran utang yaitu cucu dari nenek itu pun disoroti dalam pemeriksaan

“Sore ini kami tetapkan sebagai tersangka dengan persangkaan pasal 88 UU Perlindungan Anak dan atau Pasal 330 KUHP yang pada intinya adalah mengambil alih penguasaan atas anak atau pun belum cukup umur secara melawan hukum,” ujarnya di Bogor, Senin, 9 Agustus 2021.

Adapun kronologis awal, kejadian pada tanggal 16 Juli 2021 sekitar pukul 20.00 WIB Nurhalimah itu datang ke kontrakannya Yanto dan Mardiyah untuk memenjemput cucu mereka bernama Muhammad Raka.

“Sejak saat itu pak Yanto dan Ibu Mardiyah ini tidak bisa menemui cucunya kurang lebih sekitar 20 hari dari sejak tanggal 16 Juli sampai dengan 6 Agustus, kata Susatyo.

Lanjut Susatyo, menerima laporan tersebut langkah yang dilakukan pertama kali sebagai tindak kemanusiaan, kepolisian bersama P2TP2A dan Satreskrim untuk mencari dan menyelamatkan anak Muhammad Raka itu dirumah Nur Halimah dan diserahkan kembali kepada pihak keluarga Mardiyah.

Susatyo mengatakan, kronologi penetapan tersangka ini atas laporan sepasang kakek nenek Yanto (58) dan Istrinya Mardiyah pada tanggal 6 Agustus pukul 18.20 WIB di Polresta Bogor Kota. Mereka melaporkan bahwa cucunya bernama Muhammad Raka (5) telah diambil atau dijemput orang lain yang bernama Nurhalima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.