ART Dilaporkan Usai Tertangkap CCTV Aniaya Anjing, Kuasa Hukum: Agar Jera

  • Whatsapp

Jakarta, Infofaktual.net– Kuasa hukum berinisial Np, Albert Riyadi melaporkan seorang asisten rumah tangga (ART) yang baru bekerja satu tahun, berinisial SM (33) yang tertangkap kamera pengawas closed circuit television (CCTV) menganiaya anjing peliharaan pemilik rumah berinisial NP (26) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.

Albert mengatakan, Dugaan penganiayaan itu dilaporkan ke Kepolisian Sektor Metro Penjaringan, dengan membawa bukti tayangan CCTV tersebut dengan nomor laporan polisi yakni, 716/K/VIII/2021/SEKPENJ.

“Ada dua ekor anjing yang dipelihara NP diduga telah dianiaya oleh terlapor dalam video rekaman CCTV. Video pertama, terlapor tampak membanting seekor anjing peliharaan pemilik rumah jenis Pomerian ke dalam keranjang,” ujarnya di Jakarta, Rabu (1/9/2021).

Ia menambahkan, video lainnya, terlapor tampak menyodok tongkat kayu ke seekor anjing jenis french bulldog. Ia juga menuangkan cairan pemutih ke arah wajah hewan malang tersebut. Akibat penyiraman tersebut, kata Albert, mata anjing di video itu mengalami cacat permanen.

“Kondisi anjingnya yang pertama trauma berat, ketemu orang takut. Mata sebelah kanan sudah cacat permanen. Dan yang dibanting rencana akan diperiksa, takutnya ada tulang patah,” kata Albert.

Menurutnya, perbuatan pelaku itu membuat kliennya sangat terpukul karena selama ini sangat menyayangi anjing tersebut hingga akhirnya melaporkan ke Polsek Metro Penjaringan.

“Laporan itu untuk mengingatkan terlapor agar jera melakukan tindak penganiayaan kepada hewan, karena dapat dijerat pidana dengan Pasal 302 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penganiayaan hewan. Ancaman hukuman sembilan bulan tentang penganiayaan terhadap hewan,” tutur Albert.

Albert mengingatkan kepada masyarakat supaya berpikir panjang apabila ingin memelihara hewan. Menurutnya ada komitmen yang dibangun agar hewan itu dapat hidup dengan layak.

” Kalau cari asisten rumah tangga agar lebih selektif dalam memilih orang untuk merawat hewan peliharaan di rumah, untuk meminimalisir kejadian serupa terjadi,” tandasnya. (Titin/Fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.