Jaksa Agung Akan Dianugerahi Gelar Profesor Hukum dari Unsoed

  • Whatsapp
Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah

Purwokerto, Infofaktual.net– Guru besar Unsoed Prof Hibnu Nugroho menyampaikan, Jaksa Agung ST Burhanuddin akan dianugerahi gelar profesor hukum dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Pemilihan ST Burhanuddin oleh Unsoed karena beberapa alasan.

“Satu alasannya di peraturan pemerintah di Kemenristekdikti itu memperbolehkan, aturan rujukan pengangkatan permenristekdikti membolehkan. Kemudian alasan praktisnya bahwa beliau selama ini adalah dosen LB (luar biasa) Fakultas Hukum Unsoed,” ujarnya di Purwokerto, Senin (6/9/2021).

Ia menjelaskan soal alasan keilmuan yang menjadikan ST Burhanuddin layak mendapatkan gelar Profesor Kehormatan dari Unsoed. Salah satunya, inovasi dalam penerapan restorative justice (RJ).

“Alasan keilmuannya, beliau mempunyai keilmuan yang luar biasa di dalam penerapan restorative justice,” ujarnya.

Dia menjelaskan jika dengan penerapan RJ ini, ke depannya dapat mengurangi overkapasitas di lembaga pemasyarakatan (LP) yang ada di Indonesia.

“Ke depannya insyaallah bisa mengurangi lembaga pemasyarakatan yang sudah overkapasitas. Itu langkah tepat, hari ini pun jaksa agung sudah memberikan RJ kalau tidak salah 320 perkara di penyelesaian mediasi,” jelasnya.

Menurut Hibnu, jika kewenangan tersebut diterapkan pada 10 persen perkara RJ, itu sudah dapat mengurangi banyak overkapasitas di lembaga pemasyarakatan.

“Iya inovasi keilmuan yang bisa dikembangkan terus, karena RJ itu suatu model peradilan yang di common law, yang di civil law tidak ada. Semua curi sendal pun dipidana, jadi ke depannya Kejaksaan Agung sebagai pengendali perkara atas namanya dominus litis, ini punya peran ke depannya untuk restorative justice,” jelasnya.

Ia menuturkan, jika keilmuan ini diterapkan, itu dapat membantu pemerintah dalam mengurangi kepadatan di dalam LP.

“Ini keilmuan yang penting, saya kira ini keilmuan abad baru karena bukan dalam keadaan civil common, bukan ranah civil law, ini suasana baru yang bisa diterapkan di Indonesia. Jadi jangan sampai ke depannya itu semua kasus peradilan berujung pada pidana, di sinilah diperlukan restorative justice, mediasi, mediator yang betul betul bisa menjembatani antara kepentingan korban dan kepentingan masyarakat dan kepentingan pelapor, ini yang penting,” tutur Hibnu.

Sementara itu, Rektor Unsoed Purwokerto Prof Suwarto saat dihubungi terpisah mengatakan pemilihan ST Burhanuddin untuk mendapatkan gelar profesor karena berbagai pertimbangan. Khususnya pemikirannya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Pengukuhan gelar profesor tersebut rencananya akan dilaksanakan di Auditorium Graha Widyatama Unsoed pada Jumat (10/9/2021). Dalam hal ini, Saya pun telah mendapatkan izin dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten untuk mengadakan kegiatan tersebut. Jaksa Agung nanti datang ke sini, tapi dibatasi jumlahnya dan harus ada swab dan sebagainya,” ucapnya. (Jenz/Fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.