Momentum HPN 2022, Kominfo Dorong Insan Pers Tingkatkan Literasi Demokrasi

  • Whatsapp
Dialog Interaktif Peran Media Online dalam Literasi Demokrasi yang diselenggarakan secara hibrida oleh RRI Ende, dari Jakarta, Rabu (09/02/2022).

JAKARTA, Infofaktual.net – Hari Pers Nasional yang diperingati tanggal 9 Februari setiap tahunnya menjadi suatu bentuk refleksi bagi seluruh insan pers di tanah air. Dalam puncak HPN 2022 di Kendari Sulawesi Tenggara, Presiden Joko Widodo yang hadir secara virtual menekankan momentum tersebut salah satunya untuk mewujudkan transformasi digital nasional.

Pada saat yang sama, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Philip Gobang menyatakan, HPN 2022 sebagai momentum yang baik untuk memastikan keberadaan pers di Indonesia yang menjadi satu dari empat pilar demokrasi di Indonesia setelah eksekutif, yudikatif dan legislatif.

Bacaan Lainnya

“Pers adalah bagian pilar keempat yang juga punya tugas untuk mengontrol atau memantau tiga pilar lainnya. Jadi dalam konteks ini memang peran pers sangat penting, menjadi salah satu bagian dari penentu jalannya demokrasi kita. Terkait dengan hal itu, kita mendorong dan berharap pers ikut meningkatkan literasi demokrasi,” ujarnya dalam Dialog Interaktif Peran Media Online dalam Literasi Demokrasi yang diselenggarakan secara hibrida oleh RRI Ende, dari Jakarta, Rabu (09/02/2022).

Menurut Stafsus Menkominfo, peran pers khususnya ekosistem media online mempunyai peran penting di era digital. Mengutip hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Kominfo dan Katadata Insight Center, budaya digital cenderung berkembang dari indeks literasi digital di Indonesia.

Hasil survei tersebut menyebutkan bahwa indeks literasi digital Indonesia tahun 2021 melalui empat pilar yakni budaya digital, etika digital, kecakapan digital, dan keamanan digital membaik atau meningkat.

“Yang menarik dari survei yang dilakukan pilar budaya digital tercatat dengan skor 3,90 dalam skala 5 atau baik. Kemudian pilar etika digital dengan skor 3,53, kecakapan digital dengan skor 3,44. Sementara pilar keamanan digital mendapat skor paling rendah atau 3,10 dari skala 5,” jelasnya.

Berdasarkan data, Stafsus Philipi Gobang mendorong insan pers untuk terus meningkatkan budaya digital semakin membaik. Namun demikian, indeks keamanan digital yang masih memiliki skor paling rendah perlu menjadi perhatian bersama, terutama menyoal literasi demokrasi.

“Kaitannya (dengan literasi demokrasi), bahwa ini menggambarkan satu perilaku dari pengguna platform digital yang harus mendapat perhatian dari semua pihak. Terlebih kecenderungan yang tergambarkan dalam survei ini mau menunjukkan dari sisi pilar keamanan perlu dorongan yang sangat kuat untuk memastikan bahwa penggunaan ruang digital harus sedemikian rupa dilakukan, sekaligus juga untuk melindungi kepentingan-kepentingan publik pada saat yang sama,” tandasnya.

Stafsus Menkominfo menegaskan hasil survei dari Kementerian Kominfo dan Katadata Insight Center itu melibatkan seluruh komponen masyarakat yang dalam hal ini menggunakan berbagai platform digital.

“Survei ini tidak membedakan apakah masyarakat pada umumnya atau seterusnya. Jadi survei yang berlaku umum dan saya kira kalau berlaku umum tentu semua komponen masyarakat tergambarkan didalamnya,” tegasnya.( Sally )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.